Showing posts with label Just a thought. Show all posts
Showing posts with label Just a thought. Show all posts

Friday, December 11, 2020

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kolagen


Kolagen adalah protein yang merupakan bagian dari tulang rawan, tulang , dan jaringan lainnya pada hewan dan manusia. Kolagen membantu memberikan kekuatan dan elastisitas pada kulit. Sedangkan pada persendian dan tendon, kolagen bermanfaat sebagai “lem” yang membantu menahan tubuh.

Kolagen diproduksi secara alami oleh tubuh dan dapat menjadi lambat diproduksi seiring bertambahnya usia. Penurunan produksi kolagen pada tubuh dapat menimbulkan proses penuaan seperti keriput, kulit yang kendur, dan nyeri sendi. Beberapa faktor gaya hidup dapat menyebabkan penurunan produksi dari kolagen seperti :

  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi gula.
  • Merokok
  • Terpapar sinar matahari
  • Rendahnya asupan makanan yang mengandung kolagen
  • Mengalami kekurangan gizi
  • Memiliki masalah pencernaan

Apakah fungsi kolagen pada tubuh?

  1. Meningkatkan kesehatan kulit dan rambut
    Meningkatkan konsumsi kolagen dapat membantu kulit menjadi terlihat lebih kencang dan membantu sel kulit mengalami pembaruan dan perbaikan secara normal.
    Menurut penelitian, mengkonsumsi kolagen sebanyak 2,5-5 gram sekali sehari pada wanita berusia 35-55 tahun dapat meningkatkan elastisitas kulit, kelembaban kulit, mencegah kulit mengalami kekurangan air, dan mengurangi kekasaran kulit. Kolagen juga dapat mengurangi selulit. Ketika tubuh mengalami penurunan kolagen dapat menyebabkan selulit menjadi lebih terlihat.
     
  2. Penurunan nyeri pada sendi
    Penurunan kolagen pada tubuh dapat menyebabkan kekakuan, bengkak pada persendian, dan beberapa hal lain. kolagen memiliki struktur seperti gel sehingga dapat melapisi dan menahan tulang. Mengkonsumsi kolagen dapat membantu pergerakan sendi sehingga mengurangi rasa sakit yang sering dialami karena proses penuaan dan mengurangi resiko kerusakan sendi.
     
  3. Memperbaiki masalah pada pencernaan
    Menurut penelitian, menemukan bahwa asam amino dalam kolagen dapat membangun jaringan yang melapisi usus dan lambung. Mengkonsumsi kolagen dapat membantu mengatasi gejala dan gangguan lambung. Kolagen juga dapat membantu penyerapan air pada usus .

Beberapa fungsi lain dari kolagen adalah :

  • Meningkatkan metabolisme tubuh, massa otot, dan pembentukan energi.
  • Memperkuat gigi dan kuku
  • Membantu menetralkan racun pada tubuh
  • Membantu menjaga kesehatan liver

Tipe Kolagen

Terdapat beberapa tipe kolagen yang terdapat pada makanan atau suplemen kolagen yang dikonsumsi. Berikut beberapa tipe kolagen :

  • Kolagen tipe 1
    Kolagen tipe 1 paling banyak ditemukan pada tubuh manusia. Kolagen tipe 1 membantu membentuk tulang, tendon, ligamen, organ, dan kulit. Manfaat lain dari kolagen tipe 1 adalah membantu proses penyembuhan luka, meningkatkan kualitas kulit agar elastis dan menjaga jaringan agar tidak mudah rusak.
     
  • Kolagen tipe 2
    Manfaat kolagen tipe 2 membantu membentuk tulang rawan. Kesehatan pada sendi bergantung pada tulang rawan yang terbuat dari kolagen tipe 2. Sehingga mengkonsumsi kolagen juga mampu mencegah nyeri sendi karena pertambahan usia.
     
  • Kolagen tipe 3
    Kolagen tipe 3 umumnya ditemukan dengan kolagen tipe 1 yang dapat membantu memberi elastisitas pada kulit dan membentuk pembuluh darah dan jaringan pada jantung.
     
  • Kolagen tipe 4
    Kolagen tipe 4 bermanfaat melapisi organ pencernaan.
     
  • Kolagen tipe 5
    Kolagen tipe 5 diperlukan untuk membentuk permukaan sel, dan plasenta wanita.

Sumber: https://vivahealth.co.id/

Friday, March 14, 2014

Republik Sampah

'Sampah' on car free day:Say no to polution, say yes to litter??? --photo by the Jakarta Post
Di negeri saya ini orang sudah terbiasa melihat sampah. Jangankan merasa jijik, apalagi memungut dan membuang di tempatnya, alih alih mereka (atau kami) malah asyik memenuhi semua tempat dengan sampah. Mungkin otak kami mulai 'tersampahisasi'...:(
Saat saya pergi ke tempat wisata di negeri ini, maka yang tampak adalah sampah dimana2. Miris sekali melihat tingkah laku para ortu yang seenaknya membuang sampah bekas makan siang atau kemasan cemilan sembarangan. Bukan hanya tempat wisata- yang mestinya indah dan bebas sampah- hampir semua tempat terbuka pasti bertebaran sampah plastik. Entah perlu berapa generasi lagi untuk menanamkan budaya 'membuang sampah pada tempatnya' ini di negeri kita jika yang tua tua justru menjadi contoh buruk bagi yang muda. Bahkan guru pun tidak menekankan pada anak didiknya tentang kebiasaan membuang sampah yang benar. Pernah suatu ketika, saya melihat rombongan piknik anak SD yang sedang makan siang di tempat terbuka bersama gurunya. Seolah menutup mata atau pura pura tidak tau atau sudah cape ngasi tau, para guru itu membiarkan muridnya meninggalkan sampah bekas makan siangnya di tempat mereka makan. OMG......speechless deh...
Di banyak negara, isunya sudah bukan membuang sampah pada tempatnya, karena kesadaran itu sudah demikian melekat. Mereka sudah pada tahap memilah milah sampah, jadi tidak sekedar membuang semuanya pada satu tempat. Sementara negara kita tertinggal begitu jauh, sekedar urusan sampah. Kalau menangani sampah saja tidak mampu, bagaimana mau mengurus para sampah masyarakat? Pantas saja para koruptor dan penjahat kelas kakap bisa melenggang bebas di negara ini..karena sudah hilang rasa jijik kita melihat sampah. Derajat sampah sudah naik, mereka bisa berada di taman taman yang hijau. Pagi hari dibersihkan, sesaat kemudian sudah bertebaran lagi tanpa ada yang menegur. Persis sama keadaannya dengan para koruptor dan penjahat narkoba atau penjahat kakap lainnya di negeri ini.
Saya percaya, kebersihan lahiriah itu sangat penting, karena menggambarkan kebersihan batin. Itulah sebabnya dalam Islam ada hadits: Kebersihan itu sebagian dari iman.
Mari sekali lagi kita tengok negara lain yang keadaannya bersih dari sampah, seperti Singapur, Korea Selatan, Jepang, Jerman.. Bisa dipastikan pemerintahan negara negara itu berjalan dengan birokrasi yang rapi (tidak ruwet bin njelimet), para aparat penegak hukum bekerja dengan baik dan dihormati, sistem pendidikan yang berkualitas sehingga menghasilkan generasi berkualitas, SDM handal dan profesional, sarana dan prasarana umum tertata dan terawat baik, kehidupan yang -relatif- aman dan nyaman. Adakah hal-hal tsb kita rasakan di negeri kita-Indonesia tercinta ini?
Adakah kurikulum pendidikan nasional kita menaruh perhatian pada pembudayaan kebiasaan2 baik seperti membuang sampah pada tempatnya dan budaya antri? Adakah hukum di negeri kita, baik tingkat daerah ataupun nasional yang menuliskan tentang sangsi terhadap pembuang sampah sembarangan? kalau UUnya sudah ada, bagaimana pelaksanaannya di lapangan? Tidak di kota tidak juga di desa, sampah plastik semakin merajalela. Sudah saatnya ada kemauan politik dari pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi masalah sampah di negeri kita ini hingga tuntas.
Sebenarnya ada banyak contoh bagus dari wilayah atau daerah di negara kita yang telah mampu mengolah sampah hingga sampah pun bisa menjadi berkah. Hal hal positif ini sebaiknya diangkat dan dijadikan contoh bagi daerah lain yang belum peduli sampah. Individu individu yang berkontribusi besar dalam mengedukasi lingkungannya juga perlu diangkat dan dijadikan duta anti sampah*jangan artis ye... Bahkan kalau para pejabat kita mau sedikit mikir, maka begitu banyak info yang bisa didapat dari duduk dibelakang meja dan browsing. Beberapa website yang berhubungan dengan pengolahan sampah, diantaranya: : http://pengolahsampahplastik.wordpress.com ; http://tpstbinalestari.blogspot.com ; http://clearwaste.blogspot.com/ bisa menjadi sumber informasi yang baik sekali.\

Begitu kompleks cara mengatasi sampah ini, namun yang utama adalah memulai dari manusianya, dan harus dimulai dari lingkungan rumah dan sekolah. Bila perlu terapkan sangsi bagi mereka yang membuang sampah sembarangan. Semoga ocehan saya ini dibaca para pembuat kebijakan, atau minimal ada yang baca..:)(ada yang baca aja udah seneng banget). So, say no to littering!

Friday, May 3, 2013

Disney oh..Disney..

Semenjak anak anak saya doyan nonton film (di TV or video) saya mau ga mau jadi mesti ikutan nonton. Kepo? harus..jadi emak2 mesti kepo terhadap segala hal yang dilihat, didengar dan dilakukan anaknya:) Mumpung anak2 masih kecil2 (5 dan 4 tahun), masih nurut, waskat (pengawasan melekat) mesti dijalankan. Bicara film anak-anak tidak bisa lepas dari Disney. Disney memang yang paling produktif memproduksi film anak2 dibanding yang lain (seperti Dreamworks atau Universal). Anak perempuan saya yang berumur 5 tahun paling suka film bertema Princess, hampir semua film Princess sudah ditonton, berulang2 pula!:) Saya, yang alhamdulillah pengangguran ini, selalu menemani dia nonton film2 princess itu karena kepo itu tadi..hehe..

Beberapa yang saya ingat: Rapunzel, Beauty and the Beast, Snow White, Cinderella, Sleeping Beauty, The Princess and the Frog, Aladdin. Sementara film yang non princess ada cukup banyak seperti Toys Story, Bug's Life, Lion King, Wreck it Ralph. Hal yang saya perhatikan dari film2 princess yang sebenarnya ditujukan untuk anak2 ini adalah adanya adegan ciuman. Yang cukup mencolok di film Rapunzel, adegan ciuman bibir dicloseup selama beberapa detik. Saya pun kelabakan menutupi TV..haha..kadang perhatian anak saya alihkan pas adegan itu. Hal lain adalah seringnya mereka (para tokoh princess) 'wish upon a star'. Untungnya anak saya belum ngerti bahasa Inggris..hehe.. Para tokoh sering 'meminta' kepada bintang, seperti di film Princess and the Frog. Well, mungkin saya khawatir berlebihan tapi kalau anak kita biarkan melahap tontonan2 ini seorang diri, tanpa didampingi, rasanya lumayan berbahaya. Bagaimanapun saat kita nonton film, panca indera, otak bahkan perasaan kita tertuju pada satu hal sehingga bisa terjadi proses 'cuci otak'. Jangankan anak kecil, orang dewasa pun bisa dicuci otak lewat tontonan.

Film Aladdin, yang sutradaranya kayaknya rancu antara India dan Arab, adalah salah satu yang saya paling tidak suka. Pakaian para tokoh perempuannya yang erotis, ada ciuman bibirnya, hingga kesan Arab (yang orang sering mengasosiasikan dengan Islam) yang salah kaprah.

Kalau diperhatikan pada film kartun Disney yang awal2, seperti Snow White, adegan ciumnya masih 'sopan'...haha..rupanya sayapun sudah ter'cuci otak'(menganggap ciuman ada yg sopan..wkwk..). Ciumnya di pipi dan ga di closeup. Di Beauty and the Beast sudah mulai berani dengan cium bibir yang diclose up. Di film2 Disney yang baru seperti 'Wreck it Ralph' ada 2x cium bibir yang cukup 'hot' (untuk ukuran anak2). Menurut saya orang tua tidak boleh menganggap hal ini biasa karena kita jadi cenderung membiarkan tanpa ada proses diskusi. Pada saat kita ikut nonton dengan anak dan ada hal-hal yang tidak pantas untuk mereka lihat maka pada saat itu juga kita mesti berkomentar. Jadi harus dilakukan 'right then and right there', saat itu juga di TKP. Komentar kita akan memecah konsentrasi mereka sehingga proses cuci otak terhenti sementara dan opini kita masuk ke dalam otaknya. Saat saya melihat gambar atau tokoh film dengan baju minimalis, maka saya akan bilang bajunya ga bagus, baju malu. Sehingga ketika dia melihat hal yang sama dia akan berkata dan berpikir begitu. Saat anak masih kecil adalah saat tepat membentuk pola pikirnya karena ketika ia makin besar dan dewasa akan banyak hal yang ia lihat dan dengar dari banyak sumber. Saat itulah kemampuan menyaring itu diperlukan.

Kembali ke film Disney, harus kita akui Disney sangat inovatif dan hebat dalam hal ide cerita. Gambar kartunnya berkembang dari 'kartun banget' menjadi 'ga kartun banget' (meminjam istilah anak saya), pesan moral yang bagus selalu ada di filmnya, jalinan cerita dan cara memecahkan masalah yang cerdas. Beberapa film Disney yang saya juga jadi ikutan suka a.l: Bolt, A Bug's Life, Toys Story 1-3 (semoga ada yang ke 4), Wreck- it Ralph..hm..apalagi ya? Pesan moral yang sering disisipkan adalah friendship, kesetiakawanan, kejujuran, keberanian, pantang menyerah, be yourself, berpikir cerdas untuk memecahkan masalah,dll.

So, disamping beberapa hal yang harus diwaspadai, ada banyak hal baik yang bisa diambil dari film anak2 Disney. Jadi kita sebagai ortu ga perlu parno, sampaikan hal hal positif dari tontonan anak dan diskusikan hal hal negatifnya. Sehingga pada akhirnya anak diharapkan bisa memilih dan memilah mana yang pantas dan tidak pantas, mana contoh baik dan tidak baik dengan sendirinya, karena kita ortunya tidak mungkin selalu mendampingi mereka.